Gorontalo — Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Negeri Gorontalo menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Rekonstruksi Kurikulum pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Ruang Sidang 2 Fakultas Pertanian UNG.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperbarui kurikulum Program Studi Teknologi Pangan agar lebih adaptif, relevan, dan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja. FGD menghadirkan Thayiban, M.Pd. sebagai narasumber dan pendamping dalam proses pembahasan serta perumusan arah pengembangan kurikulum.
Pembahasan difokuskan pada rekonstruksi berbagai komponen utama kurikulum, meliputi visi keilmuan program studi, profil lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan atau CPL, Body of Knowledge atau BOK, bahan kajian, hingga struktur dan distribusi mata kuliah. Seluruh komponen tersebut dikaji kembali agar memiliki keterhubungan yang kuat antara arah keilmuan, proses pembelajaran, kompetensi lulusan, dan kebutuhan para pemangku kepentingan.

Rekonstruksi visi keilmuan menjadi salah satu bagian penting dalam FGD. Visi tersebut diarahkan agar mampu mencerminkan kekhasan Program Studi Teknologi Pangan UNG sekaligus menjawab perkembangan bidang pangan yang semakin dinamis. Perubahan teknologi pengolahan, keamanan dan mutu pangan, inovasi produk, keberlanjutan, serta kebutuhan industri menjadi pertimbangan dalam memperjelas posisi dan arah pengembangan program studi.
Selain visi keilmuan, peserta juga menelaah kembali CPL sebagai dasar dalam menentukan kemampuan yang harus dimiliki lulusan. CPL tidak hanya mencakup penguasaan pengetahuan teknis, tetapi juga keterampilan pemecahan masalah, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, etika profesi, adaptasi teknologi, dan kesiapan menghadapi perubahan lingkungan kerja.

Pembahasan BOK dilakukan untuk memastikan seluruh rumpun pengetahuan utama dalam bidang teknologi pangan telah terakomodasi secara sistematis. BOK selanjutnya menjadi dasar dalam menyusun bahan kajian, menentukan kedalaman materi, serta membangun hubungan antarmata kuliah agar proses pembelajaran tidak berjalan secara terpisah, tetapi membentuk kompetensi yang utuh dan berjenjang.
FGD juga mengevaluasi struktur kurikulum, termasuk urutan mata kuliah, beban pembelajaran, keterkaitan teori dengan praktik, serta keseimbangan antara kompetensi dasar, kompetensi inti, dan kompetensi pendukung. Penataan tersebut diharapkan dapat menciptakan alur pembelajaran yang lebih terarah sejak semester awal hingga tahap penyelesaian studi.
Rangkaian kegiatan mencakup pemaparan rancangan dan evaluasi kurikulum oleh tim kurikulum, diskusi dan pemberian masukan dari peserta, perumusan hasil serta rekomendasi, hingga penyampaian rencana tindak lanjut.

Melalui forum ini, dosen dan tim pengembang kurikulum memperoleh ruang untuk menyamakan persepsi, mengidentifikasi kebutuhan pembaruan, serta merumuskan kurikulum yang lebih responsif terhadap perkembangan keilmuan dan kebutuhan pengguna lulusan. Masukan yang dihasilkan akan menjadi dasar penyempurnaan dokumen kurikulum Program Studi Teknologi Pangan.
Kegiatan FGD ini menegaskan komitmen Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UNG untuk menghadirkan proses pendidikan yang terus berkembang. Kurikulum yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga mampu membekali lulusan dengan kompetensi yang relevan, fleksibel, dan siap berkontribusi dalam pengembangan sektor pangan di tingkat daerah maupun nasional.