Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), kembali mengukir prestasi gemilang di ajang Gebyar UMKM Gorontalo 2026. Tim mahasiswa ITP berhasil meraih Juara I Lomba Inovasi Produk Pangan (Road to Penas) dengan mengusung produk inovatif bernama Sagelicious.
Tim yang terdiri dari Wahyu Arfa’i Darmadji, Lilis Thalib, Salwa Nabila Putri Daliilah, Ramdhan Pratama Nani, dan Samiun Ladiku ini sukses mencuri perhatian dewan juri melalui inovasi produk berbasis kearifan lokal. Dalam kompetisi tersebut, mereka berhasil membawa pulang penghargaan utama beserta hadiah sebesar Rp2.500.000.
Sagelicious merupakan bubuk cabai inovatif yang memanfaatkan ikan sagela asap—produk khas Gorontalo—sebagai bahan utama. Produk ini dirancang praktis dan siap saji, dengan perpaduan cabai pilihan dan serat ikan asli yang menghasilkan cita rasa pedas autentik serta aroma asap yang khas dalam setiap taburan. Inovasi ini tidak hanya menawarkan keunikan rasa, tetapi juga menjadi bentuk pengembangan produk pangan lokal bernilai tambah.
Keberhasilan tim ITP UNG ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi pangan dengan potensi lokal daerah. Selain itu, inovasi Sagelicious dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara komersial serta mendukung promosi produk unggulan Gorontalo di tingkat yang lebih luas.
Ajang Gebyar UMKM Gorontalo sendiri menjadi wadah bagi pelaku usaha dan inovator muda untuk menampilkan kreativitas serta solusi berbasis produk lokal. Prestasi yang diraih mahasiswa ITP UNG ini sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi dan penguatan sektor UMKM.
Dengan capaian tersebut, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang terdorong untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan produk pangan lokal yang berdaya saing tinggi.
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik: Pengolahan Cabe bubuk Instant
dan Tomat Rasa Kurma (Torakur)
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik:
1. Penerapan Good Handling Practices (GHP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) Pisang
2. Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pengolahan Hasil Samping Buah Nangka menjadi Produk Olahan Pangan
3. Pembuatan Stik Pepaya untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga
Dilakukan melalui forum diskusi prodi di pimpin oleh ketua jurusan dengan melibatkan tim taks force penyusun Instrumen Suplemen Konversi (ISK)
Instrumen Suplemen Konversi (ISK) digunakan oleh perguruan tinggi atau program studi untuk melakukan konversi peringkat akreditasi