Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keilmuan dan peningkatan kapasitas akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan kuliah pakar bertema “Pangan Steril dan Komersial: Pangan Darurat dan Alternatif untuk Makanan MBG”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026 secara hybrid, yakni bertempat di Aula Fakultas Pertanian UNG serta disiarkan secara daring melalui platform Zoom Meeting, sehingga mampu menjangkau partisipasi yang lebih luas dari kalangan mahasiswa dan akademisi.

Kuliah pakar ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Feri Kusnandar, M.Sc., dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), sebagai narasumber utama yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas di bidang teknologi pengolahan pangan. Kegiatan ini dimoderatori oleh Dr. Lisna Ahmad, S.TP., M.Si., yang merupakan dosen Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UNG. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara efektif selama satu jam, dari pukul 13.00 hingga 14.00 WITA, dengan tingkat partisipasi yang tinggi baik dari peserta luring maupun daring.
Dalam perspektif akademik, materi yang disampaikan menyoroti urgensi pengembangan pangan steril dan komersial sebagai bagian dari sistem ketahanan pangan modern. Prof. Feri Kusnandar menjelaskan bahwa pangan steril merupakan produk yang telah melalui proses pengolahan termal atau teknologi tertentu untuk mengeliminasi mikroorganisme patogen, sehingga memiliki masa simpan yang panjang tanpa mengurangi kualitas nutrisi secara signifikan. Konsep ini menjadi sangat relevan dalam konteks penanganan kondisi darurat, seperti bencana alam, krisis logistik, maupun program intervensi pemerintah seperti penyediaan Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Lebih lanjut, dibahas pula bahwa integrasi antara teknologi pangan, inovasi produk, dan sistem distribusi yang efisien menjadi kunci dalam pengembangan pangan komersial yang berdaya saing. Dalam hal ini, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami aspek teoritis, tetapi juga mampu mengembangkan riset aplikatif berbasis kebutuhan masyarakat. Pendekatan multidisipliner yang melibatkan ilmu pangan, manajemen industri, hingga kebijakan publik menjadi bagian penting dalam menciptakan solusi pangan yang berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan secara hybrid juga memberikan nilai tambah dari sisi pedagogis, karena memungkinkan interaksi yang dinamis antara narasumber dan peserta lintas lokasi. Sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, mencerminkan tingginya minat mahasiswa terhadap isu pangan masa depan, khususnya terkait inovasi produk steril yang praktis, aman, dan bernilai gizi tinggi.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkaya wawasan akademik mahasiswa serta mendorong terbentuknya pola pikir kritis dan inovatif dalam menghadapi tantangan global di bidang ketahanan pangan. Selain itu, kuliah pakar ini juga memperkuat jejaring akademik antara Universitas Negeri Gorontalo dan Institut Pertanian Bogor sebagai bagian dari kolaborasi institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan kuliah pakar ini tidak hanya menjadi forum transfer ilmu, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi dalam pengembangan sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan.
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik: Pengolahan Cabe bubuk Instant
dan Tomat Rasa Kurma (Torakur)
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik:
1. Penerapan Good Handling Practices (GHP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) Pisang
2. Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pengolahan Hasil Samping Buah Nangka menjadi Produk Olahan Pangan
3. Pembuatan Stik Pepaya untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga
Dilakukan melalui forum diskusi prodi di pimpin oleh ketua jurusan dengan melibatkan tim taks force penyusun Instrumen Suplemen Konversi (ISK)
Instrumen Suplemen Konversi (ISK) digunakan oleh perguruan tinggi atau program studi untuk melakukan konversi peringkat akreditasi