Malang – Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan kegiatan pengantaran mahasiswa magang pada CV Narendra Food Malang dan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batu, Kementerian Pertanian, pada Rabu, 5 Februari 2025. Program magang ini diikuti oleh 7 mahasiswa ITP UNG yang akan menjalani proses magang selama tiga bulan ke depan.
CV Narendra Food Malang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan produk pangan berbasis bahan lokal, sedangkan BBPP Batu merupakan salah satu lembaga pelatihan unggulan di bawah Kementerian Pertanian yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di sektor pertanian, khususnya bidang agribisnis dan pengolahan hasil pertanian.
Kegiatan pengantaran diawali dengan sambutan dari Perwakilan Koordinator Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan UNG, yang menekankan pentingnya program magang sebagai bagian integral dari kurikulum pendidikan tinggi di UNG.“Program magang ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari langsung proses kerja di industri pangan serta lembaga pelatihan pertanian. Selain meningkatkan keterampilan praktis, mahasiswa juga diharapkan dapat memahami tantangan dan dinamika dunia kerja sesungguhnya,” ungkapnya.
Selama magang di CV Narendra Food Malang, mahasiswa akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan operasional, termasuk proses produksi, pengolahan produk pangan berbasis bahan lokal, kontrol kualitas, hingga pemasaran produk. Perusahaan ini dikenal sebagai pelopor inovasi produk pangan lokal dengan standar kualitas tinggi yang dipasarkan di tingkat regional dan nasional.
Sementara itu, mahasiswa yang magang di BBPP Batu akan mendapatkan pengalaman dalam bidang manajemen pelatihan pertanian, teknik pengolahan hasil pertanian, serta strategi pengembangan produk agribisnis. Selain praktik lapangan, mereka juga akan mengikuti kegiatan pelatihan teknis yang diselenggarakan oleh BBPP Batu, yang bertujuan untuk memperluas wawasan mereka di bidang pertanian modern dan berkelanjutan.
Perwakilan dari CV Narendra Food dan BBPP Batu menyambut baik kehadiran mahasiswa UNG sebagai peserta magang. Mereka menilai program magang seperti ini memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.“Mahasiswa dapat belajar dari pengalaman langsung di lapangan, sedangkan perusahaan atau lembaga seperti kami juga mendapat energi dan ide-ide segar dari mereka. Kami berharap para mahasiswa bisa beradaptasi dengan cepat dan aktif berkontribusi selama program magang berlangsung,” kata salah satu perwakilan dari BBPP Batu.
Kegiatan magang ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa, tetapi juga sebagai jembatan untuk mempertemukan dunia akademik dan dunia industri. Dengan magang ini, mahasiswa diharapkan mampu memadukan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata di lapangan.
Salah satu mahasiswa peserta magang, Nurdike Ismail mengungkapkan antusiasmenya untuk mengikuti program ini.“Saya sangat bersemangat bisa magang di CV Narendra Food. Ini kesempatan bagus untuk belajar lebih dalam tentang proses produksi pangan dan inovasi produk lokal. Saya juga ingin memahami bagaimana perusahaan mengelola produk hingga bisa diterima pasar,” ujarnya.
Setelah prosesi pengantaran, mahasiswa langsung diarahkan untuk mengikuti orientasi dan pengenalan lingkungan kerja di masing-masing tempat magang. Program orientasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai kegiatan operasional yang akan mereka jalani selama tiga bulan ke depan.
Program magang ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja di masa depan. Selain itu, melalui kolaborasi dengan mitra industri seperti CV Narendra Food dan lembaga pelatihan BBPP Batu, UNG terus berupaya meningkatkan sinergi dengan dunia industri dan lembaga pemerintah untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi pangan dan pertanian berkelanjutan.
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik: Pengolahan Cabe bubuk Instant
dan Tomat Rasa Kurma (Torakur)
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik:
1. Penerapan Good Handling Practices (GHP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) Pisang
2. Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pengolahan Hasil Samping Buah Nangka menjadi Produk Olahan Pangan
3. Pembuatan Stik Pepaya untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga
Dilakukan melalui forum diskusi prodi di pimpin oleh ketua jurusan dengan melibatkan tim taks force penyusun Instrumen Suplemen Konversi (ISK)
Instrumen Suplemen Konversi (ISK) digunakan oleh perguruan tinggi atau program studi untuk melakukan konversi peringkat akreditasi