Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menyelenggarakan Workshop Kurikulum dengan tema “Penyusunan Kurikulum Berbasis Outcome (Outcome Based Curriculum): Bidang Ilmu dan Teknologi Pangan” pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Ruang Sidang Fakultas Pertanian UNG serta diikuti secara daring melalui Zoom Meeting, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), alumni, serta pengguna lulusan.

Workshop ini menghadirkan Prof. Dr. Ir. Feri Kusnandar, M.Sc., dari Divisi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, sebagai narasumber utama yang memberikan pemaparan mendalam terkait konsep dan implementasi Outcome Based Curriculum (OBC). Kegiatan dipandu oleh moderator Muhammad Isra, S.Pd., M.Si., dosen Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UNG.
Pelaksanaan workshop berlangsung sepanjang hari, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA, dengan agenda yang mencakup pemaparan materi, diskusi kelompok, serta penyusunan draft kurikulum berbasis capaian pembelajaran lulusan. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Dalam pemaparannya, Prof. Feri Kusnandar menekankan bahwa pendekatan Outcome Based Curriculum merupakan paradigma penting dalam pendidikan tinggi modern yang berorientasi pada capaian pembelajaran (learning outcomes). Kurikulum tidak lagi hanya berfokus pada materi yang diajarkan, tetapi pada kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap profesional. Oleh karena itu, penyusunan kurikulum harus mempertimbangkan kebutuhan industri, perkembangan teknologi pangan, serta tuntutan global terhadap kualitas sumber daya manusia.
Keterlibatan stakeholder, alumni, dan pengguna lulusan dalam kegiatan ini menjadi aspek krusial dalam memastikan relevansi kurikulum. Para peserta dari kalangan industri dan pengguna lulusan memberikan masukan terkait kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti kemampuan analisis, inovasi produk pangan, manajemen mutu, serta adaptasi terhadap teknologi terbaru. Sementara itu, alumni turut berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi di dunia profesional, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dalam pengembangan kurikulum yang lebih aplikatif.

Diskusi interaktif yang berlangsung dalam workshop ini menunjukkan sinergi yang kuat antara dunia akademik dan dunia industri. Melalui pendekatan partisipatif, diharapkan kurikulum yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Selain itu, pelaksanaan secara hybrid memberikan fleksibilitas dan aksesibilitas yang lebih luas bagi peserta dari berbagai lokasi. Hal ini mencerminkan adaptasi institusi pendidikan terhadap perkembangan teknologi digital dalam mendukung proses pembelajaran dan kolaborasi akademik.

Kegiatan workshop ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan di Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UNG. Dengan kurikulum berbasis outcome yang terstruktur dan relevan, diharapkan lulusan yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi serta mampu berkontribusi dalam pengembangan sektor pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik: Pengolahan Cabe bubuk Instant
dan Tomat Rasa Kurma (Torakur)
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik:
1. Penerapan Good Handling Practices (GHP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) Pisang
2. Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pengolahan Hasil Samping Buah Nangka menjadi Produk Olahan Pangan
3. Pembuatan Stik Pepaya untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga
Dilakukan melalui forum diskusi prodi di pimpin oleh ketua jurusan dengan melibatkan tim taks force penyusun Instrumen Suplemen Konversi (ISK)
Instrumen Suplemen Konversi (ISK) digunakan oleh perguruan tinggi atau program studi untuk melakukan konversi peringkat akreditasi