Randangan, 13 Februari 2025 – Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Negeri Gorontalo (UNG)mengadakan sosialisasi di SMA Negeri 1 Randangan, Kabupaten Pohuwato, sebagai bentuk pengenalan program studi serta prospek karier di bidang pangan bagi siswa kelas XII. Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan tentang pentingnya ilmu pangan dalam kehidupan sehari-hari serta membuka peluang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang tersebut.
Dalam sosialisasi ini, tim dosen dan mahasiswa dari Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UNG memberikan pemaparan mengenai ruang lingkup keilmuan, sistem perkuliahan, serta beragam prospek kerja lulusan di industri pangan dan sektor lainnya. Selain itu, siswa juga mendapatkan informasi tentang jalur penerimaan mahasiswa baru, peluang beasiswa, serta fasilitas yang tersedia di UNG untuk mendukung pembelajaran dan penelitian di bidang pangan.
Kepala SMA Negeri 1 Randangan menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini karena dinilai dapat memberikan manfaat besar bagi siswa yang tengah mempertimbangkan pilihan studi di perguruan tinggi. "Kegiatan ini sangat membantu siswa dalam memahami lebih dalam mengenai pendidikan tinggi di bidang pangan dan peluang masa depan yang dapat mereka raih," ujarnya.
Siswa Antusias Mengenal Ilmu dan Teknologi PanganAntusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi tanya jawab interaktif. Mereka menunjukkan ketertarikan terhadap berbagai aspek ilmu pangan, seperti inovasi produk makanan, pemanfaatan sumber daya lokal, serta peran teknologi dalam meningkatkan kualitas dan daya tahan pangan.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah pemutaran video profil Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UNG, yang memperlihatkan berbagai kegiatan akademik, praktikum di laboratorium, serta kerja sama dengan industri pangan. Siswa juga diajak berdiskusi tentang tren industri pangan, termasuk pengembangan produk berbasis kearifan lokal dan pangan fungsional yang semakin diminati masyarakat.
Seorang siswa kelas XII mengungkapkan bahwa sosialisasi ini memberikan wawasan baru dan membuka pandangannya mengenai bidang pangan. "Sebelumnya saya tidak terlalu mengenal jurusan ini, tetapi setelah mendengar pemaparan dari tim UNG, saya semakin tertarik karena ternyata peluang kerjanya luas dan banyak inovasi menarik yang bisa dikembangkan," katanya.
Mendorong Generasi Muda Berkontribusi dalam Inovasi PanganSosialisasi ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak siswa untuk mempertimbangkan Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan UNG sebagai pilihan studi mereka di perguruan tinggi. Tim pemateri menekankan bahwa lulusan di bidang ini tidak hanya berpeluang bekerja di industri makanan dan minuman, tetapi juga dapat menjadi peneliti, pengusaha, atau inovator di sektor pangan.
Acara ini ditutup dengan pesan motivasi dari tim UNG yang mengajak para siswa untuk terus belajar dan mengembangkan minat mereka dalam ilmu pangan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang siap berkontribusi dalam inovasi pangan yang lebih sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik: Pengolahan Cabe bubuk Instant
dan Tomat Rasa Kurma (Torakur)
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik:
1. Penerapan Good Handling Practices (GHP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) Pisang
2. Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pengolahan Hasil Samping Buah Nangka menjadi Produk Olahan Pangan
3. Pembuatan Stik Pepaya untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga
Dilakukan melalui forum diskusi prodi di pimpin oleh ketua jurusan dengan melibatkan tim taks force penyusun Instrumen Suplemen Konversi (ISK)
Instrumen Suplemen Konversi (ISK) digunakan oleh perguruan tinggi atau program studi untuk melakukan konversi peringkat akreditasi