Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) kembali menyelenggarakan coaching magang untuk mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan melalui program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Acara coaching magang yang diadakan pada tanggal 30 Januari 2025 di kampus 4 UNG ini diikuti oleh 30 mahasiswa dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan.
Coaching magang MBKM Mandiri ini merupakan bagian dari upaya UNG untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan memperkuat ikatan antara perguruan tinggi dengan dunia industri. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pembekalan langsung mengenai tantangan dan peluang yang ada di dunia kerja, khususnya di bidang ilmu dan teknologi pangan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan praktis yang akan menunjang kesiapan mereka dalam mengikuti magang yang dilaksanakan di berbagai industri mitra.
Acara ini menghadirkan Pemateri utama, Abdulrahim Maruwae, S.E., M.Pd, yang merupakan praktisi berpengalaman dalam dunia industri pangan. Dalam sesi tersebut, beliau membagikan wawasan terkait perkembangan industri pangan, keterampilan yang dibutuhkan, serta tantangan yang dihadapi oleh sektor ini. Abdulrahim menyampaikan pentingnya bagi mahasiswa untuk memiliki keterampilan teknis dan kemampuan adaptasi yang tinggi agar bisa sukses dalam dunia industri yang sangat dinamis. "Mahasiswa perlu memahami pentingnya inovasi dan kualitas dalam produk pangan. Selain itu, kemampuan berkomunikasi dan bekerja dalam tim juga sangat dibutuhkan di industri," ujarnya.
Mahasiswa akan didistribusikan ke berbagai lokasi diantaranya CV Narendra Food Malang, BBPP Batu Kementan Malang, BBSJIKKP Kemenperin Yogyakarta, PT. Royal Coconut Manado, Balai Standardisasi dan Pengujian Jasa Industri Manado, Balai Standardisasi dan Instrumentasi Pertanian Gorontalo, PT. Makalate Makassar, Loka POM Luwuk, dan Balai POM Gorontalo.
Ketua Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Dr. Yoyan, mengungkapkan bahwa coaching magang ini adalah kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para profesional yang berpengalaman. "Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap menghadapi tantangan di dunia kerja yang sangat dinamis. Dengan adanya coaching magang ini, mahasiswa dapat lebih memahami keterampilan yang dibutuhkan oleh industri dan mengembangkan kompetensinya sesuai dengan perkembangan teknologi pangan yang terus berkembang," ujarnya.
Salah satu peserta, Anisa, mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti sesi coaching tersebut. "Saya merasa lebih siap menghadapi magang setelah mendengar langsung pengalaman dari praktisi di lapangan. Saya jadi lebih paham tentang apa yang dibutuhkan oleh industri dan bagaimana cara mempersiapkan diri untuk menjadi tenaga kerja yang kompeten," katanya.
Dengan adanya coaching magang MBKM Mandiri ini, diharapkan mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan dapat meningkatkan keterampilan dan wawasan mereka, serta lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja. Program ini juga menjadi langkah konkret dalam mewujudkan visi UNG untuk menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi di dunia industri dan masyarakat.
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik: Pengolahan Cabe bubuk Instant
dan Tomat Rasa Kurma (Torakur)
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik:
1. Penerapan Good Handling Practices (GHP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) Pisang
2. Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pengolahan Hasil Samping Buah Nangka menjadi Produk Olahan Pangan
3. Pembuatan Stik Pepaya untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga
Dilakukan melalui forum diskusi prodi di pimpin oleh ketua jurusan dengan melibatkan tim taks force penyusun Instrumen Suplemen Konversi (ISK)
Instrumen Suplemen Konversi (ISK) digunakan oleh perguruan tinggi atau program studi untuk melakukan konversi peringkat akreditasi