Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sukses menyelenggarakan kegiatan Student Goes to Campus: Laboratorium Visit pada Jumat, 04 Desember 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 27 siswa dari tiga sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Telaga, SMK PPN Gorontalo, dan SMA Negeri 1 Kabila. Para peserta juga didampingi oleh tiga guru pendamping dari masing-masing sekolah.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada dunia pendidikan tinggi, khususnya bidang ilmu dan teknologi pangan, serta memberikan pengalaman langsung melalui kunjungan ke laboratorium-laboratorium yang dimiliki jurusan tersebut. Selama kegiatan, peserta mendapat wawasan tentang teknologi pengolahan pangan, keamanan pangan, dan inovasi produk pangan lokal.
Acara dimulai dengan sesi pembukaan di Aula Fakultas Pertanian UNG. Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Pertanian, Dr. Mohamad Lihawa, S.P,M.P, menyampaikan pentingnya pengenalan bidang ilmu pangan kepada siswa sejak dini. “Kami berharap kunjungan ini dapat membuka wawasan peserta tentang peluang pendidikan dan karier di bidang teknologi pangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk menjalin hubungan yang erat dengan sekolah-sekolah di Gorontalo,” ujarnya.
Setelah pembukaan, peserta diarahkan untuk mengunjungi laboratorium-laboratorium utama yang ada di jurusan, seperti Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan, Laboratorium Mikrobiologi Pangan, dan Laboratorium Organoleptik. Di setiap laboratorium, peserta mendapat penjelasan dari dosen dan asisten laboratorium mengenai fungsi peralatan, teknik pengolahan, hingga penelitian yang sedang berlangsung.
Di Laboratorium Teknologi Pengolahan Pangan, peserta melihat demonstrasi pembuatan produk pangan berbasis lokal, seperti keripik jagung dan sirup buah. Sementara itu, di Laboratorium Mikrobiologi Pangan, peserta belajar tentang cara mendeteksi keberadaan mikroorganisme dalam makanan. Di Laboratorium Analisis Pangan, siswa diperkenalkan pada alat-alat canggih yang digunakan untuk mengukur kualitas dan kandungan gizi suatu produk.
Salah satu peserta dari SMK PPN Gorontalo, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan ini. “Ini pengalaman yang sangat menyenangkan dan edukatif. Saya jadi lebih memahami pentingnya teknologi pangan, terutama dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan,” ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu guru pendamping, dari SMA Negeri 1 Kabila. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami. Mereka bisa melihat langsung bagaimana teori yang dipelajari di sekolah diterapkan dalam penelitian dan inovasi di perguruan tinggi,” katanya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak peserta yang mengajukan pertanyaan seputar program studi, peluang beasiswa, dan prospek karier di bidang teknologi pangan. Sebagai bentuk apresiasi, Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan memberikan sertifikat kepada para peserta dan pendamping.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya di bidang ilmu pangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis bagi UNG dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat dan mempromosikan program studi unggulannya.
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik: Pengolahan Cabe bubuk Instant
dan Tomat Rasa Kurma (Torakur)
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik:
1. Penerapan Good Handling Practices (GHP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) Pisang
2. Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pengolahan Hasil Samping Buah Nangka menjadi Produk Olahan Pangan
3. Pembuatan Stik Pepaya untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga
Dilakukan melalui forum diskusi prodi di pimpin oleh ketua jurusan dengan melibatkan tim taks force penyusun Instrumen Suplemen Konversi (ISK)
Instrumen Suplemen Konversi (ISK) digunakan oleh perguruan tinggi atau program studi untuk melakukan konversi peringkat akreditasi