Mahasiswa Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melaksanakan praktikum lapangan di Gudang Bulog Provinsi Gorontalo sebagai bagian dari Mata Kuliah Penyimpanan dan Pengemasan. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 21 November 2024, didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah serta beberapa staf Bulog.
Praktikum ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa tentang pengelolaan dan penyimpanan bahan pangan, khususnya beras, sebagai salah satu komoditas strategis. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai aspek operasional Gudang Bulog, termasuk prosedur penerimaan, penyimpanan, pengemasan, serta distribusi bahan pangan.
Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah penjelasan teknis dari pihak Bulog mengenai standar penyimpanan beras, seperti pengaturan suhu dan kelembapan gudang, pencegahan serangan hama, hingga pengelolaan stok untuk memastikan bahan pangan tetap dalam kondisi prima. Mahasiswa juga diajak untuk mengamati langsung teknologi pengemasan beras, yang mencakup penggunaan mesin otomatis untuk memastikan kualitas dan daya tahan produk hingga sampai ke konsumen.
Dosen pengampu mata kuliah, Dr. Rahmiyati Kasim, S.TP, M.Si dan Sakinah Ahyani Dahlan, S.TP., M.Si menyampaikan bahwa praktikum lapangan ini sangat relevan dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan. “Pengalaman langsung seperti ini menjadi penting untuk menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik nyata di lapangan. Mahasiswa dapat melihat bagaimana teori tentang penyimpanan dan pengemasan diterapkan dalam skala industri,” ungkapnya.
Salah satu mahasiswa, Nurdike Ismail, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. “Kami belajar banyak hal baru, terutama bagaimana Bulog memastikan bahan pangan tetap aman dan berkualitas untuk masyarakat. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami yang nantinya akan terjun ke dunia industri pangan,” ujarnya.
Kepala Gudang Bulog Gorontalo, mengapresiasi kunjungan ini dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mempererat kerja sama antara Bulog dan UNG. “Kami senang berbagi ilmu dengan generasi muda. Semoga ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin memahami pentingnya sistem penyimpanan dan pengemasan yang baik dalam menjamin keamanan pangan. Kunjungan ini juga memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industri dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang teknologi pangan.
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik: Pengolahan Cabe bubuk Instant
dan Tomat Rasa Kurma (Torakur)
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik:
1. Penerapan Good Handling Practices (GHP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) Pisang
2. Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pengolahan Hasil Samping Buah Nangka menjadi Produk Olahan Pangan
3. Pembuatan Stik Pepaya untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga
Dilakukan melalui forum diskusi prodi di pimpin oleh ketua jurusan dengan melibatkan tim taks force penyusun Instrumen Suplemen Konversi (ISK)
Instrumen Suplemen Konversi (ISK) digunakan oleh perguruan tinggi atau program studi untuk melakukan konversi peringkat akreditasi