Banggai, 10 Feb 2025 – Sejumlah mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri dari Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan (ITP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara resmi diterima untuk menjalani program magang di Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) di Banggai. Pengantaran mahasiswa ini dilakukan oleh perwakilan dosen pendamping sebagai bentuk dukungan akademik terhadap pengalaman belajar mahasiswa di luar kampus.
Acara serah terima mahasiswa berlangsung di kantor Loka POM Banggai dan dihadiri oleh perwakilan Loka POM, dosen pendamping, serta mahasiswa peserta magang. Pihak Loka POM Banggai menyambut baik kehadiran mahasiswa dan berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
Dalam sambutannya, perwakilan Loka POM Banggai menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa untuk menjalani MBKM Mandiri di instansi mereka. "Kami sangat menyambut baik kehadiran mahasiswa magang dari Universitas Negeri Gorontalo. Kami berharap mereka dapat memperoleh pengalaman praktis dalam pengawasan dan pengujian pangan serta obat-obatan yang ada di wilayah Banggai. Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mengaplikasikan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku perkuliahan," ujar perwakilan Loka POM.
Sementara itu, dosen pendamping dari Jurusan ITP UNG menyampaikan bahwa program MBKM Mandiri ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa di dunia kerja, khususnya di bidang pengawasan mutu pangan dan obat-obatan. "Kami berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk belajar langsung dari para profesional di Loka POM. Selain itu, kami juga berharap mereka bisa berkontribusi dalam berbagai aktivitas yang dilakukan di sini," ungkapnya.
Salah satu mahasiswa peserta magang, mengungkapkan rasa antusiasnya mengikuti program ini. "Saya merasa sangat bersemangat untuk belajar lebih banyak tentang proses pengawasan mutu pangan dan obat di Loka POM. Ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk mendapatkan pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya dari teori di kelas," katanya.
Selama masa magang, mahasiswa akan terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengujian sampel makanan dan obat-obatan, pemantauan peredaran produk pangan di wilayah Banggai, serta penyuluhan kepada masyarakat mengenai keamanan pangan. Dengan pengalaman ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami lebih dalam tentang regulasi dan standar mutu pangan serta mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.
Program MBKM Mandiri ini menjadi salah satu upaya Universitas Negeri Gorontalo dalam mendukung kebijakan Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk belajar di luar kampus dan mendapatkan pengalaman praktis yang relevan dengan bidang keilmuannya.
Dengan adanya kolaborasi antara UNG dan Loka POM Banggai, diharapkan kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun instansi terkait. Ke depan, Universitas Negeri Gorontalo akan terus memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai lembaga untuk memberikan peluang belajar yang lebih luas bagi mahasiswa.
Mahasiswa yang menjalani program magang ini dijadwalkan akan mengikuti kegiatan di Loka POM Banggai selama beberapa bulan ke depan, sebelum nantinya kembali ke kampus untuk berbagi pengalaman dan menerapkan ilmu yang telah mereka peroleh.
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik: Pengolahan Cabe bubuk Instant
dan Tomat Rasa Kurma (Torakur)
Pelatihan Teknologi Tepat Guna dengan Topik:
1. Penerapan Good Handling Practices (GHP) dan Good Manufacturing Practices (GMP) Pisang
2. Peningkatan Ekonomi Masyarakat melalui Pengolahan Hasil Samping Buah Nangka menjadi Produk Olahan Pangan
3. Pembuatan Stik Pepaya untuk Meningkatkan Pendapatan Keluarga
Dilakukan melalui forum diskusi prodi di pimpin oleh ketua jurusan dengan melibatkan tim taks force penyusun Instrumen Suplemen Konversi (ISK)
Instrumen Suplemen Konversi (ISK) digunakan oleh perguruan tinggi atau program studi untuk melakukan konversi peringkat akreditasi